Latest News

About us

Blogroll

Discussion

Blogroll

Decoration

Popular Posts

GET IN TOUCH

Creative Ideas

Nulla vitae libero pharetra augue. Etiam porta malesuada magna mollis euismod consectetur sem urdom tempus porttitor.

Rapid Solutions

Nulla vitae libero pharetra augue. Etiam porta malesuada magna mollis euismod consectetur sem urdom tempus porttitor.

Magic Touch

Nulla vitae libero pharetra augue. Etiam porta malesuada magna mollis euismod consectetur sem urdom tempus porttitor.

AWARD WINNING

Nulla vitae libero pharetra augue. Etiam porta malesuada magna mollis euismod consectetur sem urdom tempus porttitor.

Text Widget

SUBSCRIBE

  • image06

    Passionate

    Seeker

  • image01

    Creative

    Duet

  • image02

    Friendly

    Devil

  • image03

    Be

    Creative

  • image04

    Insecure

    Hussler

  • image05

    Loving

    Rebel

Hello! We are SimplexDesign

we love creative ideas and great designs.

My Services

Bisnis Dalam Pandangan Islam


Rangksbitung Islami membahas tentang bisnis dalam pandangan Islam. Topik ini cukup menarik untuk kita angkat ke permukaan, agar kita sebagai orang muslimin, khususnya bagi sahabat blog Islami yang baru sedikit memahami atau bahkan belum tahu sama sekali tentang sebenarnya bisnis dalam pandangan islam itu seperti apa. Dalam pembahasan kita kali ini tentunya kita tidak menutup informasi bagi sahabat-sahabat non muslim yang lain yang ingin mengetahuinya. Kita terbuka dan kita akan bahas topik ini secara tuntas, Insya Allah...
Sahabat blog Islami yang di rahmati oleh Allah SWT...

Bicara bisnis, tentu tidaklah jauh dengan urusan financial dan ekonomi. Bagaimana Islam berbicara tentang sebuah bisnis? Islam mengatakan bahwa sesungguhnya yang namanya rizqi itu tidaklah akan tertukar antara satu dengan yang lainnya. Semuanya kembali pada masing-masing individu. Jika Allah telah mentaqdirkan suatu rizqi menjadi milik si A, maka sudah pasti akan sampai pada si A dan tidak akan salah target ke si B misalkan. Itulah adilnya Allah SWT dalam membagikan rizqi-Nya kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Yang terpenting adalah rizqi tersebut bukanlah di dapat dengan cara yang haram. Karena cara yang demikian itu bertentangan dengan hukum Islam dan akan berakibat fatal bagi si pelakunya. Karena rizqi yang haram atau di dapat dengan cara yang haram, walau sebesar apapun nilai dari rizqi tersebut, jika Allah SWT sudah mencabut nilai keberkahannya, maka rizqi tersebut akan menjadi sia-sia atau lebih pasnya tidak akan pernah mendatangkan manfaat ataupun kemaslahatan bagi si empunya sendiri.

Namun sebaliknya, jika rizqi tersebut benar-benar halal dan di dapat dengan cara yang halal pula, niscaya Allah akan berikan keberkahan terhadap rizqi tersebut dan sudah pasti akan bermanfaat dan banyak mendatangkan kemaslahatan bagi si empunya, walaupun secara nominal atau nilai dari rizqi tersebut itu lebih sedikit dalam pandangan manusia. Halal dan haram dalam hukum Islam itu sudah sangatlah jelas. Bahkan yang samar di antara keduanya atau biasa di kenal dengan istilah "Syubhat" itu pun juga di bahas dalam hukum Islam.

Faktor terbesar dari sebuah bisnis itu lebih tergantung kepada manusianya dan etika bisnis itu sendiri. Dan kedua faktor tersebut itu lebih di pengaruhi oleh hati, ya.. hati yang berbicara akan hal tersebut. Banyak manusia yang menghalalkan segala cara agar banyak mendapatkan keuntungan dalam berbisnis. Memang, dalam berbisnis kita berharap mendapatkan nilai keuntungan yang besar, siapa sih orangnya yang tidak mau untung besar dalam berbisnis? Saya pun juga tidak munafik akan hal itu, akan tetapi tentunya kita tidak lantas membabi buta, kita harus mengedepankan etika dalam berbisnis yang benar-benar di ridhai oleh Allah SWT.

Bisa jadi hari ini seorang manusia untung besar dalam urusan bisnisnya, akan tetapi karena keserakahan dan jalan mendapatkannya dengan cara yang salah atau haram, maka akan menjadikan bisnisnya tidak mampu untuk bertahan lama. Dengan cara tersebut yang terjadi adalah para klien bisnis secara perlahan akan meninggalkannya karena praktik kecurangan-kecurangan yang dia lakukan dalam menjalankan bisnisnya. Kalau sudah seperti itu lama-kelamaan usahanya akan menjadi bangkrut, kalau sudah seperti itu tentu dia sendiri yang akan merugi.

Untuk itu, perlu Anda ketahui bahwa berbisnis secara islami itu salah satunya adalah mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan jiwa besar dalam diri seorang pebisnis itu sendiri, misalnya turut berbahagia manakala klien bisnisnya di untungkan dari hasil kerjasamanya, walaupun dia sendiri mendapatkan keuntungan yang sedikit karena produknya yang berkualitas di jual dengan harga yang murah pada kliennya. Justru jika hal itu terjadi pada diri kita, kita harus bersyukur karena mampu memuaskan klien bisnis kita dengan produk yang berkualitas dengan harga yang murah pula. Kita harus bisa memandang jauh ke depan, bahwa bisnis bukanlah untuk hari ini atau besok dan lusa saja, akan tetapi bisnis yang baik dan benar itu adalah bisnis yang mampu bertahan lama. Ingatlah, ada hukum repeat order dalam istilah bisnis. Biasanya dengan kekuatan repeat order ini seseorang akan sukses dengan bisnisnya dan mampu bertahan dalam jangka panjang, walaupun banyak saingan di sana - sini.

Ini misalkan saja, Anda sebagai pemilik sebuah perusahan sedang mengejar keuntungan besar karena kemarin-kemarin bisnis Anda telah merugi, akan tetapi apalah artinya untung besar jika itu semua menjadikan kemadhorotan atau malapetaka bagi Anda sendiri. Anda larang karyawan Anda untuk menunaikan shalat ketika sudah masuk waktunya misalkan, karena Anda berprinsip waktu adalah uang dan Anda sedang mengejar target. Itu memang betul, tapi walaupun demikian Anda harus tahu penempatan yang pas akan istilah tersebut dalam mempraktekkannya untuk mengelola perusahaan Anda. Jika Anda memperkenankan shalat bagi karyawan Anda yang muslim dan senantiasa memikirkan kenyamanan etos kerja terhadap para karyawan Anda, maka Anda akan di cintai oleh karyawan-karyawan Anda. Karena mereka tahu betul bahwa di samping Anda memikirkan kemajuan perusahaan, Anda pun selalu memikirkan kenyamanan dan kemakmuran untuk mereka. Wal-hasil Anda akan di do'akan karyawan Anda, siapa tahu satu di antara mereka kebetulan ada yang dekat sama Allah dan do'anya di ijabah oleh Allah, tentu ini adalah keuntungan plus untuk Anda.

Kunci suksesnya, di samping Anda harus professional dalam hal menejemen, Anda juga harus menjadikan perusahaan Anda sebagai ladang amal Anda kepada Allah SWT, dengan mengacu semua bentuk aktifitas dan aturan perusahaan secara keseluruhan yang berorientasi untuk mencapai ridha Allah SWT. Salah satunya adalah dengan cara memberikan pendidikan dan pemahaman secara sistematis yang menjadikan karyawan Anda menjadi lebih beriman dan ta'at kepada Allah SWT, hal ini menjadi faktor utama di samping Anda juga harus memberikan pendidikan yang menjadikan mereka lebih professional di bidang pekerjaannya. Buatlah fasilitas-fasilitas ibadah yang layak dalam perusahaan dan semua yang berkaitan dengan hal itu dalam perusahaan Anda untuk menunjang ke semua hal tersebut.

Percayalah, bisnis bukanlah hanya sekedar uang saja, tetapi nilai dari bisnis itu sendiri lebih daripada itu, ya'ni bisa menjadi ladang amal shalih untuk Anda, yang akan menjadikan Anda selamat dan bahagia dari dunia sampai nanti di akherat. Anda bisa bayangkan, jika bisnis hanya sekedar uang, jika Anda meninggal dunia pada saat Anda belum mendapatkan keuntungan apa-apa dari bisnis Anda, maka kerugian plus-plus akan menimpa Anda, keuntungan bisnis tidak dapat Anda raih, amal shalih pun lewat begitu saja meninggalkan Anda. Semoga informasi yang sedikit dalam artikel islami tentang bisnis dalam pandangan Islam ini menjadikan terbukanya paradigma kita tentang cara berbisnis dengan baik dan benar menurut Islam, sehingga dalam berbisnis pun kita bisa menjadikan nilai-nilai ibadah dan menjadikan kita lebih bertaqwa kepada Allah SWT untuk menggapai ridha-Nya, aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.

Contact Me